Beranda > Berita Porno > Ngeseks saat liburan, Kondom banyak berceceran di ruas jalan Yogyakarta

Ngeseks saat liburan, Kondom banyak berceceran di ruas jalan Yogyakarta

pisang-rasa-kondom

kondom wanita, kondom, anti hamil

Jika GKR Hemas pernah marah gara-gara penelitian Iip Wijayanto dengan “99.9% keperawanan“, maka setelah mendengar kabar ini semoga beliau tidak gusar lagi.

Saya tidak akan mengulas permasalahan saat itu, hanya sedikit yang bisa saya tangkap atas kegusaran GKR Hemas, yakni penelitian tersebut dapat berdampak menurunnya pariwisata di Jogjakarta. Dan mohon maaf, asumsi tersebut ternyata tidak terbukti.

Kabar yang saya maksud di atas yakni meningkatnya pembelian kondom saat liburan. Demikian berita yang saya dapatkan :

Penjualan kondom di wilayah Jogjakarta saat liburan kemarin meningkat 100%. Jika hari-hari biasa, rerata penjualan kondom sekitar 10 pak (1 pak=isi tiga), pada musim libur akhir tahun lalu, naik hingga 20 pak per harinya. Salah seorang karyawan apotek yang tak ingin disebut namanya di sekitar jalan Brigjen Katamso mengakui, selama musim liburan kemarin, penjualan kondom mengalami kenaikan dari hari biasanya. “Kalau rata-rata perharinya sekitar 10 pak, liburan kemarin ada kenaikan penjualan hingga 20 pak perhari,” ungkap dia kepada Harian Jogja, Minggu (3/1/2010).

Hal senada diakui karyawati apotek di jalan Seturan Raya, Sleman. Meski kenaikannya tidak terlalu signifi kan, namun angka penjualannya rata-rata mencapai 10 pak (isi tiga) per hari. Tak jauh beda, diakui karyawan toko 24 jam di sekitar jalan Taman Siswa. Menurutnya, penjualan kondom selama musim liburan kemarin mengalami lonjakan hingga 100 %. “Kalau rerata perharinya 5-8 pak (isi tiga), selama liburan kemarin menjadi 10-14 pak,” aku dia.

Sejumlah apotek dan minimarket di sepanjang Jalan Kaliurang juga mengakui adanya peningkatan permintaan kondom selama musim libur tahun baru. Peningkatan penjualan ju ga terjadi di sejumlah minimarket di Jalan Prangtritis. Edi, penjaga Alfamart mengaku ada peningkatan penjualan kondom hingga 50%. “Biasanya sehari kami menjual lima pak, saat tahun baru lalu terjual delapan pak,” kata dia.

Di Indomart, menurut Sumaryanto, pada tahun baru permintaan kondom juga naik. Jika biasanya hanya lima per hari, pada tahun baru bisa menjual hingga 12 pak kondom per hari. Minimarket Circle K, kata Wistra, mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Jika biasanya per hari hanya terjual tiga, naik menjadi 14 pak yang terjual. “Mereka biasanya menyenangi merek Viesta dan Durex,” kata dia.

Bergerigi Dilihat dari model yang diminati, menurut sejumlah penjual, jenis kondom bergerigi dan yang memiliki cincin (ring) mulai menggeser penjualan kondom polos. Adapun masalah rasa, kata mereka, banyak pembeli yang tidak mempersoalkan. “Banyak pembeli yang memilih kondom bergerigi atau yang memiliki cincin (ring), tapi yang polos masih ada peminatnya,” aku karyawan toko yang menjual tokonya selama 24 jam. ( Berita di Harian Jogja )

Saya jadi teringat betapa gonjang-ganjingnya Jogjakarta saat muncul “99.9% gadis Jogja tidak perawan“. Banyak masyarakat, budayawan, tokoh agama, sosiolog memberikan penilaian atas masalah tersebut. Masing-masing memberikan argumentasi dan alasan berkaitan dengan kasus tersebut. Bahkan GKR Hemas sempat was-was bahwa masalah ini akan berpengaruh menurunnya minat wisatawan untuk berkunjung ke Jogjakarta. Beliau bersusah payah untuk memulihkan kepercayaan dengan cara mengisi berbagai pertemuan dan diskusi.

Semoga fenomena “kondom” saat ini tidak menimbulkan kegusaran bahkan kemarahan berlama-lama berbagai pihak, termasuk GKR Hemas dan terutama pemerintah propinsi. Kegusaran yang hanya ditampilkan dalam forum-forum resmi maupun ilmiah, ternyata tidak efektif. Jika masalah ini ada kaitannya dengan moral dan etika para generasi muda, maka tidak cukup hanya dengan memberikan penyuluhan masalah seksualitas. Bagaimana mungkin para generasi muda akan mempercayai bahaya pergaulan bebas jika para orangtua terang-terang memberi contoh misalnya selingkuh…. Podho Wae kan??****

  1. Januari 13, 2010 pukul 8:28 am

    Emang jaman ini udah wedan…

  1. Februari 1, 2010 pukul 2:13 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: